ekspor | impor | perijinan | global trade

Subscribe:

Ads 468x60px

Sebagian pendapatan melalui website ini digunakan untuk pemberdayaan masyarakat melalui Yayasan YAMMI www.yammi.or.id Semarang.

SEJARAH ISLAM


SEJARAH ISLAM

Secara bahasa / etimologi / lughah.
Sejarah berasal dari kata Asyajarah =
الشجر = pohon. Dimana pohon digambarkan memiliki akar, ranting dan dedaunan yang berkembang. Dalam menuliskan rentetan leluhur sering juga digunakan istilah pohon silsilah, ia menggambarkan sejarah sebuag keluarga atau keturunan.
Kata sejarah di dalam dunia Islam juga disebut dengan Tarikh, berasal dari kata Attarikh, Arakha =  
ارخ تاريخ = menulis, mencatat, catatan tentang waktu.
Di dalam bahasa Yunani disebut dengan Historia, yaitu berarti mengusut, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), sejarah berarti :
1. asal-usul (keturunan) silsilah,
2. kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau,
3. pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau.

Secara istilah :
Herodotus (Bapak Sejarah) : Sejarah ialah satu kajian untuk dapat menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat serta peradaban.
Aristoteles : Sejarah ialah satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal sercara tersusun dalam bentuk kronologi merupakan peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, record – record atau bukti-bukti yang konkrit.

Sayyid Quthub memberidefinisi sejarah sebagai tafsiran peristiwa, dan pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian-bagiannya serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat.

Terdapat 4 ruang lingkup sejarah yaitu
1. sejarah sebagai peristiwa,
2. sejarah sebagai ilmu pengetahuan,
3. sejarah sebagai kisah
4. sejarah sebagai seni.
Terdapat pula macam-macam sejarah berdasarkan lokasi, tujuan dan waktunya. Apapun peristiwa yang benar-benar terjadi maka bisa dikategorikan sebagai sebuah sejarah. Sebagai cabang ilmu, sejarah juga diteliti dan dipelajari. Tentu ada beberapa manfaat mempelajari sejarah yang berguna bagi manusia.



KEBUDAYAN & PERADABAN ISLAM

Secara umum kebudayaan adalah istilah untuk segala hasil karya manusia yang berkaitan dengan bentuk. Kebudayaan merupakan wadah tempat hakikat manusia mengembangkan diri. Kebudayaan dipengaruhi oleh waktu, tempat, kondisi masyarakat, sehingga lahir bentuk kebudayaan khusus seperti Kebudayaan Barat, Kebudayaan Timur ataupun Kebudayaan Islam.
Kebudayaan merupakan hasil karya (perbuatan), karsa (kemauan), dan cipta (pikiran) dan rasa (perasaan) manusia. Bentuk kebudayaan merupakan ceminan dari nilai-nilai yang kehidupan masyarakat yang diyakininya. Karena itu nilai-nilai kehidupan tersebut disebut peradaban. Nah adapaun nilai-nilai peradaban yang dipengaruhi oleh sentuhan Islam disebut Kebudayaan Islam.
Kebudayaan tidak bertentangan dengan Islam, karena banya teks keagamaan yang menyuruh manusia untuk menggunakan akal pikirannya  untuk melahirkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.


Ciri kebudayaan Islam :
1.  Bernafaskan Tauhid, pengenalan kepada Allah SWT, yang merupakan prinsip pokok ajaran Islam.
2. Hasil karya, karsa, cipta, dan rasa dari manusia tersebut dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

Perkembangan Kebudayaan Islam
1.  Pasa masa Nabi Muhammad
     Nabi orang Arab hidup dengan budaya Arab, dan berbahasa Arab. Dalam sejarah hijrah ke Madinah, beliau memiliki kekuasaan pada setiap aspek kehidupan. Tempat pertama yang beliau bangun adalah masjid. Masjid selain sebagai tempat sholat juga sebagai wadah untuk membangun kehidupan sosial, politik, ekonomi, hukum dan pertahanan keamanan. Masjid juga untuk menerima tamu, menyelesaiakn permasalahan umat, mengajar dan memberi komando.
     Tahun 1 H : Nabi SAW membangun masjid dan tempat-tempat tinggal, beliau SAW  juga mempersaudarakan antara sahabat Muhajirin dan Anshar.
Tahun 2 H : Kiblat diubah ke Ka’bah setelah 16 atau 17 bulan dari hijrah Nabi SAW, diwajibkan puasa Ramadan, diwajibkan zakat fitrah dan zakat mal, dan di disyariatkan shalat dua hari raya, terjadi perang Badar di bulan Ramadan. Di bulan Syawal, Nabi SAW menikah
i A’isyah ra. dan Ali ra. menikah dengan Fathimah ra.
Tahun 3 H : Perang Uhud pada hari sabtu, tanggal 7 Syawal, Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Hafshah ra, putri Umar bin Khattab ra
, lahirnya Sayyidina Hasan ra.,
Tahun 4 H : Terjadi perang khandaq, pengepungan sekutu-sekutu musyrikin pada kota Madinah selama lima belas hari. Kemudian Allah Azza wa Jalla mengalahkan mereka, mengirim angin dan pasukan untuk memporak-porandakan mereka. Pada perang ini, banyak terbunuh, para qurra’ (ahli Al Quran) ra. di Sumur Ma’unah. Tahun ini Sayyidina Husein bin Ali ra. dilahirkan.
Tahun 5 H : Terjadi perang Daumatul Jandal, perang Bani Quraizhah, dan perang bani Musthaliq. Di antara para tawanan dari Bani Musthaliq ada Barrah puteri pimpinan bani Musthaliq. Lalu Rasulullah SAW menikahinya dan memberinya nama Juwairiyah ra.  Ketika Bani Musthaliq mendengar pernikahan ini, mereka masuk Islam semuanya dan mereka berbalik menjadi penolong kaum muslimin setelah mereka menjadi musuh. Dalam perang ini, Sayyidah A’isyah ra. dituduh (berselingkuh) dengan Sahabat Shafwan bin Mu’aththal ra., lalu kabar ini dibersihkan oleh Al Qur’an. Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Zainab binti Jahsy setelah diceraikan oleh Zaid bin Harisah ra., dan dihapusnya tradisi adopsi anak. Pada tahun ini, diturunkannya ayat hijab dan kewajiban haji.
Tahun 6 H : Terjadi perang Hudaibiyah dan Bai’atur Ridlwan (Baiat Ridwan adalah Sumpah setia yang diikrarkan pada sahabat Nabi di hadapan Rasulullah di bawah sebuah pohon di tepi telaga. Di tengah-tengah perjalanan pulang Beliau SAW dari Hudaibiyah ke Madinah turunlah surat Al Fath, maka berbahagialah kaum muslimin dengan berita gembira penaklukkan kota Makkah), terjadi gerhana matahari.
Tahun 7 H : Di tahun ini, terjadi perang Khaibar dan gencatan senjata yaitu perdamaian dengan penduduk Makkah.
Tahun 8 H : Penaklukan kota Makkah (Fathu Makkah) di bulan Ramadan dan penghancuran berhala-berhala yang berada di sekeliling Ka’bah, bai’at kaum pria dan wanita dari penduduk Makkah, dan Islamnya Mu’awiyah bin Abu Sufyan ra. serta Abu Quhafah ra.
Tahun 9 H : Di tahun ini, terjadi Perang Tabuk
Tahun 10 H : Rasulullah SAW melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan).  Di tahun ini, beliau SAW mengutus Ali bin Abu Thalib ra., Mu’adz bin Jabal ra., dan Abu Musa al Asy’ari ra. ke negeri Yaman.



2.  Masa Imam Madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali) : Terjadi perkembangan pemikiran pada bidang ilmu Fiqih dan perkembangan ilmu lain yang mengikuti. Diantaranya :
     Bidang Filsafat :
Alkindi (801 M), Al-Farabi (870 M), Al-Razi (925 M) dll.
     Bidang tasawuf / Syair :  Rabiah Adawiyah, Jalaluddin Rumi, Junaid Al-Bagdadi,
     Bidang Matematika :
Muhammad bin Musa Al-khawarijmi, Abu Al-Wafa
     Bidang Fisika & Astronomi :
Abu Yusuf Ya’kub bin Iskhak Al-Kindi, Abu Al-Rayhan Muhammad bin Ahmad Al-Biruni
     Bidang Kimia :
Jabir bin Hayyan, Abu Usman Al-Jahiz
     Bidang Biologi :
Al-Dinawari (encyclopedia Botanica)
     Kedokteran :
Ali At-Thabari, Hunain bin Ishak
    


PERIODE KLASIK (650 -1250 M)

Masa Kemajuan Islam (650-1000 Masehi)
      Merupakan masa perluasan dan penyebaran Islam, dimana  dimulai pada zama khalifah pertama, Abu bakar ash-shiddiq.
      
       A.  Khulafaurrasyidin
Setelah wafatnya Nabi Muhammad pada tahun 632 M, Abu bakar ditunjuk oleh kaum muslimin untuk menjadi pemimpin / khalifah, namun hanya dalam masa dua tahun memimpin Abu Bakar menggal dunia. Abu Bakar sangat terbuka dan ia menerapkan sistem kontrol oleh masyarakatnya, diama beliau siap dikritik jika salah dalam kebijakannya.  
Di zamannya terjadi pemberontakan, pembangkangan dari orang-orang yang tidak mau membayar zakat, gerakan murtad, nabi palsu dan ancaran dari pihak Romawi dan Persia. Dalam masa kepemimpinannya pula beliau mempergunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul oleh suku-suku bangsa arab yang tidak mau tunduk lagi kepada Madinah. Pada masanya terjadi perang Riddah, dimana Khalid bin Walid adalah jendral yang banyak berjasa pada saat itu. Disamping itu Abu Bakar juga mengirim kekuatan-kekuatan ke luar Madinah :
- Khalid bin walid dikirim ke Irak (menguasi al-Hirah di tahun 634 M). 
- Amr bin Ash, Yazid bin Abi Sufyan, dan Syurahbil bin Hasanah dikirim ke Syiria. Ketika Abu Bakar sakit serius, beliau memanggil para sahabat untuk bermusyawarah tentang siapa yang akan menjadi calon penggantinya sebagai khalifah, diantara yang hadir : Umar bin Khatab, Ustman, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Muad bin Jabal, Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit dan lainnya dari kalangan Ansor dan Muhajirin.
        
Sepeninggal Abu Bakar digantikan oleh Umar bin Khatab, ia tekenal terampil dalam mengelola pemerintahan, serta tertib administratife. Di zaman Umar ada delapan wilayah propinsi yang dinaunginya : Madinah, Makkah, Suriah, Jazirah, Basrah, Kufah, Mesir dan Palestina. Pada setiap propinsi diangkatnya seorang gubernur / Wali. Pada zaman ini Tahun Hirjiryyah ditetapkan pula, penghapusan perbudakan, sensus penduduk, pengasuhan anak yatim, tunjangan sosial bagi si miskin dari kalangan Yahudi dan Kristen, pembangunan sekolah, kodifikasi Al-Quran, penundaan hukuman potong tangan bagi pencuri karena kondisi paceklik, pembagian gaji bagi imam dan muadzin.

Tahun 23 Hijriyah, Umar wafat terbunuh oleh seorang budak Persia, tapi sebelum meninggal ia membentuk panitia beranggotakan (Usman, Ali, Zubair, Thalhah, Sa’ad bin abi waqqas, Abdurrahman bin Auf) untuk bertuga memilih Khalifah baru.
Zaman Utsman bin Affan (644-656 M) berhasil menaklukkan Tripoli, Ciprus.       

Sebagai pengganti Utsman, Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah keempat (656-661M) tetapi mandapat tantangan dari pihak pendukung utsman, terutama Muawiyah, gubernur damaskus, dari golongan Thalhah dan Zubair di Mekkah dan dari kaum Khawarij.  Ali, sebagaimana Utsman, terbunuh, dan Muawiyah menjadi Khalifah kelima.  Muawiyah selanjutnya membentuk Dinasti Bani Umayyah (661-750M) dan ekspansi gelombang kedua terjadi di Zaman Dinasti ini.

B. Bani Umayyah (diambil dari nama Umayyah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab) Memerintah 661 – 750 M
Didirikan oleh Muawiyah, bertahan sekitar 90 tahun, Beribukota Damaskus.  Para Khalifahnya adalah Muawiyah bin Abi Sofyan (661-680M) Abd, Al-Malik bin Marwan (685-705M), Al-Walid bin Abd Al-Malik (705-715M), Umar bin Al-aziz (717-720M), dan Hisyam bin Abd Al-Malik (724-750M).
Di zaman muawiyah, Uqbah bin Nafi’ menguasai Tunis, dan mendirikan kota Kairawan pada tahun 670M yang kemudian menjadi salah satu pusat kebudayaan islam.  Muawiyah juga mempeluas daerah kekuasaanya sampai Kurasan (sekarang : Iran, Afghanistan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan)

C. Bani Abbasiyah. Memerintah (750-1250M)
Didirikan oleh Abu Al-Abbasiyah, dan dibangun oleh Al-Mansur (754-755M). Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah kecuali Andalusia. Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dunia.  Bani Abbasiyah dirujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muthalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibukota dari Damaskus ke Baghdad. Kekhalifahan Abbasiyyah runtuh pada tahun 1258 karena serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad. Bagdad merupakan pusat ilmu pengetahuan pada saat itu, dan karena serangan Mongol mengahancurkan segalanya sampai perpustaakaan besar sebagai pusat ilmu juga tidak tersisa sama sekali.


-----------------------------
DAFTAR PUSTAKA :
Hertati, dkk. 2014. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar, (Jakarta : Universitas Terbuka, Cetakan Kesebelas)
A. Warson Munawwir. 1997.  Kamus Al-Munawwir, (Surabaya : Pustaka Progressif)
Drs. Rois Mahfud, M.Pd.  2011. Al-Islam, Pendidikan Agama Islam, (Penerbit Erlangga)
Prof. Dr. H. Muhammad Tahir Azhary, SH. 2004. Negara Hukum Suatu studi tentang prinsip-prinsipnya dilihat dari segi hukum Islam, (Jakarta : Prenada Media)
www.wikipedia.org,