ekspor | impor | perijinan | global trade

Subscribe:

Ads 468x60px

Sebagian pendapatan melalui website ini digunakan untuk pemberdayaan masyarakat melalui Yayasan YAMMI www.yammi.or.id Semarang.

Akhlak dan Etika


AKHLAK, MORAL DAN ETIKA

Akhlak berasal dari kata dasar tunggal خلق  (baca : Khuluq) yang berarti tabiat/ perangai, kata akhlak sendiri berbentuk jamak (plural).
Secara terminologis akhlak adalah ilmu yang menentukan batasan baik dan buruk, antara yang terpuji dan tercela dalam perkataan maupun perbuatan manusia baik baik lahir maupun batin. Pendek kata akhlak adalah budi pekerti.
Menurut Al-Ghazali, akhlak adalah kondisi kejiwaan yang permanen yang menjadikan seseorang melakukan suatu tindakan tertentu dengan mengalir saja, mudah, alami, tanpa dipaksa, tanpa dibuat-buat. Dikatakan akhlak adalah ketika ia melekat dan melebur dalam jiwa manusiam sehingga ia menjadi sebuaah kebiasaan atau tabiat, ia dapat diperoleh melalui latihan yang lama.

Dalam berbagai literatur Islam akhlak diartikan sbb :
1.    Pengetahuan yang berarti baik dan buruk serta pedoman yang harus diikuti.
2.    Pengetahuan yang menyelidiki perjalanan hidup manusia sebagai parameter perbuatan, perkataan dan ikhwal kehidupannya
3.    Sikap permanen dalam diri seseorang yang melahirkan perbuatan secara mudah tanpa membutuhkan proses berpikir (Al-Ghazali)
4.    Sekumpulan nilai yang menjadi pedoman berperilaku.

Akhlak merupakan nilai-nilai yang harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari dan bersumber dari wahyu Ilahi.
Moral, dari kata bahasa Latin “Mores” yang berarti kebiasaan, susila. Yaitu tindakan manusia yang sesuai dengan ide-ide umum yang diterima oleh masyarakat, mana yang baik dan wajar (Madjid, 1996)
Etika, adalah nilai-nilai dan norma-norma moral sebagai landasan berperilaku atau juga disebut kode etik.
Moral dan Etika bersumber dari hasil olah pikir manusia, bersifat statis, temporal dan dinamis.


KARAKTERISTIK AKHLAK DALAM ISLAM

1.    Mengajarkan manusia berperilaku baik dan meninggalkan perilaku buruk
2.    Menjadi sumber moral, ukuran baik buruk didasarkan kepada Quran dan Hadits
3.    Bersifat universal, mencakup segala aspek kehidupan, bahkan kegiatan manusia yang berada di luar kontrolnya,  dan komprehensif  / lengkap utuh, dapat diterima dan dijadikan pedoman bagi seluruh umat manusia kapanpun dan dimanapun.
Ruang lingkup Akhlaq :
1.    Akhlak terhadap Allah SWT
2.    Akhlak terhadap Manusia
3.    Akhlak terhadap Lingkungan / Alam


PENDIDIKAN AKHLAK (CHARACTER BUILDING)

Nabi yang menyatakan bahwa beliau tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak. Hal itu berarti bahwa pada setiap ajaran Islam, baik akidah maupun syariah, atau lainnya terdapat ajaran atau pendidikan mengenai akhlak/budi pekerti.
Dari Abu Hurairah ra, “Nabi Saw ditanya tentang hal-hal apa saja yang membuat manusia masuk sorga, Jawab Nabi : Taqwa dan Bagusnya akhlak. Dan hal-hal apa saja yang membuat manusia masuk neraka, jawab Nabi : mulut dan kemaluan”. (Tirmidzi)
Mempelajari akhlak adalah untuk menata lahir dan batin kita sebagai manusia, sehingga keimanan kita menjadi lebih sempurna. Empat 4 potensi utama manusia yang harus diaktualisasikan dengan baik dan benar, yaitu :
-    Potensi Ilmu, yakni kemampuan membedakan antara yang baik/benar dengan yang buruk/salah. Bila ini diaktualkan dengan baik maka akan melahirkan hikmah dan ilmu yang bermanfaat.
-    Potensi amarah,  yakni bila diaktualisasikan dengan baik dan benar akan melahirkan keberanian. Kalau berlebihan dinamai kecorobohan.
-    Potensi Syahwat / Keinginan, yakni jika diaktualisasikan dengan baik dan benar sesuai petunjuk agama dan akal akan menjadikan kesucian diri/jiwa,  menjadikan seseorang memenuhi syahwat nasfunya secara wajar.
-    Potensi Adil, mampu menghormati hak-hak pihak lain, baik materi maupun non-materi.

PEMBAGIAN AKHLAK DALAM ISLAM

1.  Akhlak Mahmudah (budi pekerti terpuji) / Akhlakul Karimah (budi pekerti mulia)
     -    Haya’ (Rasa malu) : malu untuk berbuat maksiat atau melanggar ketentuan Allah dan rasul.
     -    Iffah (memelihara kesucian) : menjada diri dari perbuatan jahat atau tercela, menjaga kehormatan, menjaga kesucian dari hubungan sex di luar nikah, dsb.
     -    Rahman (kasih sayang)
     -    Iqtishad (hemat) : bijak mengatur keuangan / finansial. Ia merupakan jalan tengah antara boros dan kikir. Bijak menggunakan harta benda, waktu dan tenaga.
     -    Qana’ah (menerima apa adanya)
     -    Zuhud (tidak terikat dengan dunia)
     -    Sabar : sanggup menahan diri / mengendalikan amarah.
     -    Ikhlas :  adalah mengejakan sesuatu amal hanya semata-mata karena Allah.
     -    Jujur : mengatakan sesuatu itu dengan apa adanya dan harus dengan hati yang lurus.
     -    Pemaaf,  gemar memberikan maaf kepada yang meminta maaf.
     -    Pemurah, ringan tangan mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan orang lain.
     -    Menepati janji, adalah orang yang datang ketempat yang sudah disepakati sebelumnya.


2.  Akhlak madzmumah (budi pekerti buruk)
     -    Ujub : adalah mengagumi kemampuan dirinya sendiri.
     -    Takabur : membanggakan diri karena dirinya merasa lebih dari pada yang lain.
     -    Riya : Amal agar dilihar orang dan mengharap pujian
     -    Sum’ah : Amal agar didengar orang dan mengharap pujian
     -    Malas : enggan atau tidak mau melakukan sesuatu hal yang baik
     -    Tamak : serakah / bernafsu untuk memiliki sesuatu
     -    Dendam : keinginan untuk membalas kejahatan
     -    Iri hati :  perasaan tidak senang apabila melihat orang lain mendapat kesenangan
     -    Fitnah : berita bohong atau desas- desus tentang seseorang dengan maksud yang tidak baik.
     -    Bohong : dusta, berkata tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
     -    Khianat : perbuatan tidak setia terhadap pihak lain
     -    Bakhil :  pelit, tidak rela memberikan sesuatu untuk kepentingan umum / agama
     -    Ghosob : memakai barang orang lain tanpa izin
     -    Takut miskin : rasa cemas akan menderita hidupnya karena kekurangan harta



AKHLAK & ETIKA UNTUK KEMSLAHATAN MENYELURUH

Dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari dalam hubungan sengan Allah dan dengan sesama kepada lingkungan / alam kita dituntut untuk berbuat dengan baik dan beadab , beretika atau berkakhlak, jadi etika kepada apa dan siapa dan kapan ada disetiap saat seperti (tak terbatas) : ketika berpakaian, etika tidur, masuk-keluar rumah, menyapa dan memanggil dengan nama yang baik, etika di majlis, etika saat menjawab, etika mengajar, etika belajar, dll.

Konsep akhlak yang melandasi penyusunan hukum berdasarkan syariat Islam seperti prinsip keadilan, kehormatan manusia, kebebasan kehendak, kesucian, kemudahan, kesetiakawanan, HAM, pembangunan, dan keadilan sosial teradapat dalam konsep maqaasidul asyariah (tujuan syariat Islam) dimana tujuan apapun yang termasuk di dalam cakupan al-maqashid pasti untuk kemaslahatan manusia (mendatangkan manfaat dan menolak kemudaratan). Hal itu merupakan tujuan dan cita-cita Islam terwujudkan kemaslahatan manusia secara menyeluruh. Tujuan Syar’ah (maqasidul syar’iah) tersebut harus harus memenuhi 5 aspek DASAR berikut :
1.)     Hifzhu Addin (melindungi agama) : Tidak dibenarkan siapapun memaksa atau menindas orang lain dengan dalih perbedaan agama / keyakinan.
2.)     Hifzhu Nafs (melindungi jiwa) : Tidak dibenarkan siapapun melukai, membunuh, atau melakukan kekerasan terhadap orang lain.
3.)     Hifzhu Aql (melindungi akal) : Tidak dibenarkan siapapun melakukan pemasungan, penjegalan pemikiran dan pendapata orang lain, dan tidak boleh pula melakukan perusakan akal seperti menggunakan narkoba dan minuma keras.
4.)     Hifzhu Nasl (melindungi keturunan) : Tidak boleh melakukan pemerkosaan, pelacuran dan pelecehan atau eksploitasi seksual atau membiarkan keadaan wanita hamil menanggung beratnya beban sendirian.
5.)     Hifzhu Maal (melindungi harta) : Tidak boleh melakukan perampasan, korupsi, pencurian, perampokan, penipuan, penggusuran dan eksploitasi sumber-sumber daya alam, kekayaan dan atau hak milik orang lain.

Nabi Muhammad menyamapaikan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang dalam hal ini telah tertuang dalam Maqasidul Assyariah tersebut, seperti dalam haditsnya, “Darahmu, hartamu dan kehormatanmu adalah suci, sesuci hari ini sampai kamu menghadap Tuhan.” (Pesan terakhir Nabi saat Haji Wada).  Dari situ kita tahu bahwa Nabi menginginkan  kita  dalam berIslam membawa misi sebagai agama yang cinta damai, agama persahabatan dan persaudaraan, agama yang sangat menghargai keadilan dan agama persamaan.

-----------------------------
DAFTAR PUSTAKA :
A. Warson Munawwir. 1997.  Kamus Al-Munawwir, (Surabaya : Pustaka Progressif).
Drs. Rois Mahfud, M.Pd.  2011. Al-Islam, Pendidikan Agama Islam, (Jakarta : Erlangga).
Quraish Shihab. 2017.  Islam yang Saya Anut: Dasar-Dasar Ajaran Islam, (Jakarta : Lentera Hati).
KH. Haris Shodaqah. 2012. Miftahul ‘Irfan, (Semarang : Lantai langit)
Drs. Sudarsono, S.H., M.si., Drs. A. Munir. 1992. Dasar-dasar agama Islam, (Jakarta : Rineka Cipta)
KH. Husein Muhammad. 2006. Spiritualitas Kemanusiaan. (Yogyakarta : Pustaka Rihlah)